Jual Obat Alergi

Obat Alergi Maxidoid dan Tahitian Noni Terbukti Secara Klinis Membantu Meredakan Segala Macam Gejala Alergi seperti Alergi kulit, Alergi Debu, Alergi Makanan, Alergi Obat, Alergi Dingin dan Alergi Lainnya.

Obat Alergi Maxidoid dan Tahitian Noni Original 081242585758

Obat alergi alternatif seperti Tahitian Noni Bioactive beverage dan Maxidoid dapat membantu meringankan gejala alergi yang berat dengan meningkatkan serta mengatur sistem kekebalan tubuh dan struktur sel dari organ-organ dalam sistem kekebalan tubuh. Penelitian Dr. Neil Solomon MD,PhD (seorang dokter di Johns Hopkins Hospital) pada pasien-pasien alergi dengan mengkonsumsi obat alergi Tahitian noni, memperlihatkan gejala- gejala alergi seperti hidung yang berair, mata yang gatal, bengkak yang disertai gatal-gatal dan bahkan eksim, juga asma dapat diatasi.

Secara statistik, Tahitian Noni dan Maxidoid sebagai obat alergi sangat siginifikan membantu terapi alergi dari bermacam pasien alergi. Hasil Uji Klinis Oleh 1.300 Ahli Kesehatan Terhadap 3843 Pasien dengan penyakit alergi menunjukkan 83% mengalami perbaikan atau tertolong dari masalah Alerginya. Lebih lengkap tentang Uji Klinis Tahitian Noni dan Maxidoid bisa dibaca disini.

NO.KONDISITOTAL PASIENTERTOLONG
1Alergi3.84383%

Apa itu Alergi? Alergi adalah…

Alergi disebut juga hipersensitivitas tipe I. Alergi adalah kegagalan kekebalan tubuh, dimana tubuh menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap suatu bahan imunogenik (antigenik) atau orang tersebut bersifat atopik.  Dengan kata lain, tubuh mempunyai reaksi alergi berlebihan terhadap lingkungan atau suatu bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut allergen. 

Proses Terjadinya Alergi dan Pengobatan Alergi

Dalam tubuh kita ada 5 jenis antibodi atau imunoglobulin antara lain G,A,M,E dan D. Yang banyak berperan pada reaksi alergi adalah antibodi atau Imunoglobulin E. Dalam tubuh penderita alergi, mempunyai kadar antibodi/imunoglobulin E tinggi yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang menimbulkan reaksi alergi (zat alergen). Misalnya debu, mite (tungau debu rumah), bulu hewan, serbuk bunga atau makanan tertentu seperti telur, susu, ikan laut dan lain-lain. Di dalam jaringan tubuh, antibodi/imunoglobulin E yang bereaksi pada alergen-alergen di atas menempel pada sel mast (sel yang berperan pada reaksi alergi dan peradangan). Bila antibodi/imunoglobulin E ini kontak lagi dengan zat-zat terkait seperti misalnya protein susu sapi, protein telur, tungau debu rumah dan lain-lain, maka sel mast ini mengalami degranulasi (pecah) dan mengeluarkan zat-zat (seperti histamin, kinin, bradikinin) yang terkandung dalam granulanya yang berperan pada reaksi alergi. Zat-zat tersebut yang menimbulkan gejala alergi seperti gatal-gatal (biduran), sistim saluran napas (alergi asma, rhinitis alergi ), saluran cerna (diare, muntah), kulit (biduran, eksim), mata (konjungtivitis alergika) serta susunan saraf (sakit kepala dan lain-lain).

Apakah seseorang dapat langsung menunjukkan reaksi alergi bila kontak dengan zat alergen untuk pertama kali ?

Reaksi alergi ini memerlukan waktu yang disebut proses sensitisasi, yaitu masa sejak kontak dengan alergen sampai terjadinya reaksi alergi. Reaksi alergi dapat terjadi kalau kadar imunoglobulin E sudah cukup banyak. awal kontak dengan alergen, mulai timbul perlawanan dari tubuh yang mempunyai bakat atopik yaitu terbentuknya antibodi atau imunoglobulin yang spesifik. Bila kontak terhadap alergen ini berlangsung terus menerus, kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen makin banyak sampai suatu saat dapat menimbulkan reaksi alergi bila kontak dengan alergen itu lagi. Oleh karena itu sering seorang ibu terkejut, bila diberi tahu anaknya alergi susu sapi karena sejak kecil minum formula susu sapi tidak bereaksi apa-apa. Munculnya reaksi alergi terhadap alergen sejak kontak pertama kali atau disebut sebagai proses sensitisasi dapat timbul dalam waktu singkat atau beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Tergantung pada seringnya kontak dengan alergen atau kepekaan seseorang terhadap alergen tersebut. Sebagai contoh, bayi yang minum formula susu sapi dapat timbul gejala alergi dalam satu minggu atau setelah usia satu tahun, sehingga baik pasien atau dokter sering tidak menduga kalau formula susu sapi ini sebagai penyebabnya. Untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang laboratorium yang khusus atau uji eliminasi provokasi. Masalahnya, gejala alergi yang ringan bila tidak diatasi dengan obat alergi, semakin lama akan menjadi semakin berat. Jika arlegen tidak dihindari, kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen itu akan semakin meningkat. Sel mast yang mengalami degranulasi (pecah) dapat mengeluarkan suatu zat yang disebut interleukin 4 yang dapat merangsang sel limfosit B untuk menghasilkan imunoglobulin E lebih banyak lagi. Reaksi alergi yang berlanjut dapat menghasilkan zat médiator baru yang lebih poten dari zat histamin antara lain leukotrien. Keadaan ini terutama terjadi pada penyakit alergi yang kronis. Bila terjadi hal seperti ini, umumnya orang kebal dengan obat alergi antihistamin biasa. Diperlukan obat anti radang yang lebih kuat seperti obat golongan kortikosteroid untuk pengobatan alergi-nya. Oleh karena itu pencegahan alergi dan penanganan dini penyakit alergi sangat penting supaya tidak berlanjut menjadi kronis. Di dunia medis, sampai sekarang belum ditemukan obat alergi untuk mengatasi alergi tersebut. Sehingga penderita Alergi lebih ditekankan untuk menjauhi alergen atau penyebab alergi.

Pencegahan Alergi dan Obat Alergi

Beberapa cara mencegah terjadinya alergi:

  • Jaga kebersihan lingkungan, didalam dan diluar rumah, termasuk tidak menumpuk banyak barang didalam rumah yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu yang bisa menjadi rangsangan/allergen tibulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara hewan didalam rumah maupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
  • Jaga kebersihan diri, untuk menghindari penumpukan daki yang juga bisa menjadi allergen. Untuk mandi, sebaiknya menggunakan air hangat, dan usahakan mandi sore sebelum pukul 17.00. Sebaiknya menggunakan sabun dan shampoo bayi. Hindari penggunaan cat rambut.
  • Hindari penggunaan pewangi ruangan atau parfum, obat anti nyamuk. Jika banyak nyamuk, gunakan raket anti-nyamuk.
  • Gunakan kasur, bantal dan guling berbahan busa. Jangan berbahan kapuk.
  • Gunakan sprei berbahan katun dan cucilah minimal 1 minggu sekali, lebih baik dicuci dengan air hangat
  • Gunakan pakaian dari bahan katun dan hindari pakaian berbahan wool.
  • Pendingan udara (AC) tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari pukul 24.00
  • Hindari makanan, minuman maupun opbat yang menimbulkan reaksi alergi. Harus mematuhi diet alergi.
  • Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita. Mintalah dokter untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya dengan melakukan suntikan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut, dan diulang setiap 6 bulan sekali. Selain itu  bisa menggunakan obat Alergi yang sudah ada.

Obat Alergi Tahitian Noni dan Maxidoid merupakan solusi terbaik untuk mengatasi Alergi Anda. Sebagai Obat Alergi, produk ini dibuat dari perpaduan herbal atau tanaman obat (fitofarmaka) yang melewati pengujian kelas dunia. 

Obat Alergi Tahitian Noni dan Maxidoid kami sediakan untuk mengatasi masalah alergi Anda dan siap dikirimkan ke alamat anda. Untuk pemesanan bisa dibuka di link dibawah ini, atau kontak kami secara langsung

CARA PALING MUDAH SEMBUH DARI ALERGI. Klik disini
Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Kami.